Allah lebih dekat dari urat nadi manusia?
Manusia
adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, susunan organ fisik ataupun psikis manusia
diciptakan sempurna oleh-Nya. Bagaimana tentang pernyataan yang menyatakan
bahwa Allah lebih dekat dari urat nadi manusia?
Pernyataan
tersebut mungkin bagi sebagian orang dianggap sedikit tidak logis bila
dibayangkan secara nyata. Memang, karena makna yang berarti itu memiliki artian
bahwa segala sesuatu yang kita miliki dalam kehidupan ini merupakan berkat
kehendak Allah, begitu pun dengan urat nadi manusia yang sangat penting untuk
kehidupan, serta masih banyak pula bagian tubuh, sel, dan hal penting lain yang
sangat berarti untuk manusia itu sendiri.
Dalam
konteks ini, kita mengarah kepada segala bentuk kepemilikan Allah terhadap jiwa
dan raga manusia, termasuk urat nadi, pernafasan, jantung, hati, dll. Bayangkan
bila hal tersebut tidak Allah berikan untuk kita? Atau bahkan tidak ada salah
satunya. Sudah pasti tidak akan ada kehidupan yang berarti. Maka ketahuilah
bahwa segala bentuk kekuasaan Allah selalu kekal dalam diri kita, sehingga
dikaitkan dengan urat nadi pun karena kekuasaan Allah sangatlah utama dalam
kehidupan. Sehingga berjalanlah
kehidupan kita sampai sekarang yang bahkan tidak ada batasan untuk kita
melakukan apapun, sekalipun itu di luar kehendak-Nya. Namun banyak sekali manusia saat ini yang
tidak memahami betul tentang pernyataan tersebut dengan hanya menganggap semua
berjalan biasa. Dengan demikian, tentu
hati yang dimaksud di sini bukan makna lahirnya yaitu sanubari manusia. Karena
itu pembatasan dan penghalangan di sini tidak bermakna material. Dan perkara
ini merupakan perkara maknawi dan non-material. Sebagaimana tatkala Allah Swt
berfirman: “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat nadinya.” (Qs.
Al-Qaf [50]:16) kedekatan ini bukan merupakan kedekatan material melainkan
perkara maknawi dan murni non-material. Terlebih, hati manusia merupakan media
pencerapan, pemahaman, berpandangan, dan sejatinya keniscayaan hidup rasional
manusia. Dan tanpanya kehidupan manusia hanya akan bercorak material dan
lahiriya belaka.
Dari
pemaparan pembahasan pada pernyataan ini, dapat kita simpulkan bahwa Allah
begitu dekat dan akan menjadi prioritas bagi manusia, terlebih untuk manusia
yang menyadari betul makna kedekatan yang berarti ini, sehingga diharapkan cara
pikir manusia dalam mengaplikasikan dan mengarahkan kehidupan harus selalu
ditunjang dengan keimanan dalam konteks kedekatan kepada Allah, sedekat urat nadi
manusia itu sendiri!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar