Senin, 15 Oktober 2012

Allah Lebih Dekat dari urat nadi Manusia?


Allah lebih dekat dari urat nadi manusia?
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, susunan organ fisik ataupun psikis manusia diciptakan sempurna oleh-Nya. Bagaimana tentang pernyataan yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat nadi manusia?
Pernyataan tersebut mungkin bagi sebagian orang dianggap sedikit tidak logis bila dibayangkan secara nyata. Memang, karena makna yang berarti itu memiliki artian bahwa segala sesuatu yang kita miliki dalam kehidupan ini merupakan berkat kehendak Allah, begitu pun dengan urat nadi manusia yang sangat penting untuk kehidupan, serta masih banyak pula bagian tubuh, sel, dan hal penting lain yang sangat berarti untuk manusia itu sendiri.
Dalam konteks ini, kita mengarah kepada segala bentuk kepemilikan Allah terhadap jiwa dan raga manusia, termasuk urat nadi, pernafasan, jantung, hati, dll. Bayangkan bila hal tersebut tidak Allah berikan untuk kita? Atau bahkan tidak ada salah satunya. Sudah pasti tidak akan ada kehidupan yang berarti. Maka ketahuilah bahwa segala bentuk kekuasaan Allah selalu kekal dalam diri kita, sehingga dikaitkan dengan urat nadi pun karena kekuasaan Allah sangatlah utama dalam kehidupan.  Sehingga berjalanlah kehidupan kita sampai sekarang yang bahkan tidak ada batasan untuk kita melakukan apapun, sekalipun itu di luar kehendak-Nya.  Namun banyak sekali manusia saat ini yang tidak memahami betul tentang pernyataan tersebut dengan hanya menganggap semua berjalan biasa.    Dengan demikian, tentu hati yang dimaksud di sini bukan makna lahirnya yaitu sanubari manusia. Karena itu pembatasan dan penghalangan di sini tidak bermakna material. Dan perkara ini merupakan perkara maknawi dan non-material. Sebagaimana tatkala Allah Swt berfirman: “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat nadinya.”  (Qs. Al-Qaf [50]:16) kedekatan ini bukan merupakan kedekatan material melainkan perkara maknawi dan murni non-material. Terlebih, hati manusia merupakan media pencerapan, pemahaman, berpandangan, dan sejatinya keniscayaan hidup rasional manusia. Dan tanpanya kehidupan manusia hanya akan bercorak material dan lahiriya belaka.
Dari pemaparan pembahasan pada pernyataan ini, dapat kita simpulkan bahwa Allah begitu dekat dan akan menjadi prioritas bagi manusia, terlebih untuk manusia yang menyadari betul makna kedekatan yang berarti ini, sehingga diharapkan cara pikir manusia dalam mengaplikasikan dan mengarahkan kehidupan harus selalu ditunjang dengan keimanan dalam konteks kedekatan kepada Allah, sedekat urat nadi manusia itu sendiri!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar